Sunday, September 13, 2015

Resensi Buku "Agar Menuntut Ilmu jadi Mudah"


Oleh: Ameer Hamzah  (Aktivis TV Aceh).


Judul : Agar Menuntut Ilmu jadi Mudah
Pengarang : Abdul Hamid M Djmail, Lc.
Tebal : 238 Halaman
Cetakan : Perdana, 2015
Penerbit : PT. Elex media Komputindo, Gramedia  Jakarta

       
Sebuah buku baru "Agar Menuntut Ilmu jadi Mudah" diluncurkan Rabu lalu (18/2) di Banda Aceh. Saya dihadiahkan satu buku oleh Kepala Kanwil Kementrian Agama Aceh, Drs. H. Ibnu Sa'dan, Mpd. Buku ini memang menarik untuk diketengahkan kepada  masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.

Pertama, karena isinya sangat bagus tentang metode menuntut ilmu. Kedua, dikarang oleh seorang muda yang berpendidikan luar negeri, mantan santri Dayah Ummul Ayman, Samalanga Bireun-Aceh yang melanjutkan ilmu ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir dan menyelesaikan Lcnya di sana. Ya sebagai orang Aceh kita pantas bangga bila ada anak Aceh yang bukunya dicetak oleh penerbit terkenal seperti PT. Elex Media Komputindo Jakarta. Ketiga, 50 persen royalti buku ini akan disumbangkan untuk warga Gaza, Palestina.

Pengarang membagi buku ini atas delapan bab. Pertama, bab yang menguraikan defenisi ilmu, hukum mencari ilmu, ilmu wajib Ain, wajib kifayah, sunat, dan haram. Dalam bab ini juga diceritakan tentang kelebihan orang-orang yang mencari ilmu. Bab kedua, diuraikan tentang modal penuntut ilmu seperti peutuah dari Imam Asy-Syafi'i. Bab ketiga tentang niat menuntut ilmu dan Bab keempat memilih tempat menuntut ilmu, guru yang tepat.

Dalam Bab lima penulis menguraikan tentang cara mengoptimalkan waktu, bab enam tentang how to preserve  the knowladge? Tentang mendekap ilmu, penyakit hafalan, bab tujuh tentang kriteria orang  berilmu dan bab ke delapan tentang mendahwahkan ilmu.

Ada yang menarik dalam buku ini, Abdul Hamid mengajak penuntut ilmu agar mengamalkan peutuah-peutuah dari para ulama besar seperti Imam Nawawi, Al-Ghazali, Imam Syafi'i, Syehk Mutawalli Sya'rawi, dan orang-orang yang sukses lainnya. Salah satu yang paling penting dibetulkan oleh penuntut ilmu adalah niat. Niat harus lurus karena Allah,  bukan karena ingin terkenal, dianggap alim, atau ingin mendapat kerja, jangan sampai ria (halaman: 95).

Waled Nu (Tgk. H. Nuruzzahri), pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga mengomentari tentang isi buku ini. Menurut beliau buku ini sarat dengan petunjuk dan hikmah. Layak dibaca dan dimiliki oleh penuntut ilmu dan pendakwah. Sementara Prof. Dr. Muslim Ibrahmi, MA, salah seorang MPU Aceh berkata; Menimba ilmu satu hal yang sangat berat, tetapi penulis dalam buku ini mampu membuka jalan baru yang sangat memudahkan pelajar.

Menurut saya buku ini memang bagus sekali, Abdul Hamid mampu meraciknya dalam bahasa yang lancar dan modern. Ia juga hebat karena bukunya dicetak oleh penerbit nasio
nal yang sanat punya nama. Tidak banyak orang Aceh yang mampu menebus penerbit tersebut. Saya pikir Abdul Hamid punya peluang untuk masa depan. Abdul Hamid juga telah membuka wawasan dan minda santri Aceh, bahwa menulis dalam huruf latin juga tidak salah.

Sumber: Gema Baiturrahman, edisi Jumat 20 Februari 2015.