Friday, August 9, 2013

Takbir Hari Raya

Takbir di hari raya merupakan sebuah pertanda kemenangan bagi orang yang berpuasa. Di sunatkan takbir, baik takbir hari iedul fitri maupun iedul adha di rumah-rumah, Masjid, jalan, pasar dengan suara yang keras bagi selain orang yang berhaji. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:


ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهداكم ولعلكم تشكرون (سورة البقرة: 180).

Artinya: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

Berkata para ulama, mekanisme takbir seperti ini hanya dikhususkan pada iedul fitri saja, kemudian dianalogikan (qiyas) juga kepada iedul adha.

Disunatkan pada hari raya iedul adha untuk bertakbir sesudah selesai shalat subuh hari arafah hingga sesudah shalat asar akhir hari tasyrik bagi seluruh ummat Islam baik yang berhaji atau tidak.

Adapun pada hari raya iedul fitri disunatkan takbir malam hari raya sampai dengan takbir ihram imam pada shalat ied besok pagi. Dan tidak disunatkan takbir iedul fitri setiap sesudah selesai shalat maktubah, berbeda halnya dengan iedul adha. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW dan atas dasar kebiasaan Rasulullah.

عن على وعمار رضى الله عنهما: أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يكبر يوم عرفة, صلاة الغداة, ويقطعها صلاة العصر اخر أيام التشريك (رواه الحاكم).

Artinya: "Dari Ali dan Ammar ra berkata, bahwasanya Rasululla SAW bertakbir mulai dari shalat subuh hari arafah sampai dengan shalat asar akhir hari tasyrik."

Lafaz Takbir Yang Dianjurkan

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, لاإله إلاالله, الله أكبر, الله أكبر, ولله الحمد


EmoticonEmoticon